Jumat, September 22, 2017

Muharram Artinya Waktu yang Diharamkan, Sudah Tahu Haram Atas Apa Saja?

Sesuai dengan namanya, di bulan Muharram ini kita diharamkan atas sesuatu. Apakah sesuatu itu? Sudahkah Sahabat mengetahuinya?

Sebelum kedatangan Islam, bulan Muharram bernama Shafar al Awwal, akan tetapi setelah kedatangan Islam nama bulan ini pun diganti menjadi Muharram. Nah, Al Muharram di dalam bahasa Arab artinya adalah waktu yang diharamkan. Untuk apa? Untuk menzalimi diri-diri kita dan berbuat dosa.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{ إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ }
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu” (QS At-Taubah: 36)

“Setahun terdiri dari dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan, yaitu: Dzul-Qa’dah, Dzul-Hijjah dan Al-Muharram, serta Rajab Mudhar yang terletak antara Jumada dan Sya’ban. (Bukhari Muslim)

Kita perlu sekali menjauhi kezaliman terutama di bulan Muharram ini, baik kezaliman pada diri sendiri maupun orang lain, karena melakukan kezaliman termasuk perbuatan menganiaya diri sendiri. Kalau Sahabat memiliki kebiasaan bermaksiat, sebisa mungkin hentikanlah kebiasaan tersebut di bulan Muharram ini, semoga bisa seterusnya. 
 
Jika Sahabat sering menyakiti diri sendiri, entah dalam arti melukai diri sendiri dengan sesungguhnya atau membiarkan diri disakiti oleh orang lain, maka hentikanlah hal itu di bulan Muharram ini. Hijrah dan berubahlah agar kita tak lagi disakiti oleh pihak lain.

“Takutlah kalian akan kezaliman, karena sesungguhnya kezaliman itu merupakan kegelapan-kegelapan pada hari kiamat” [Hadits Riwayat Muslim dan lainnya. Shahih al-Jami no 102]
 
Kalau Sahabat justru melihat golongan orang-orang yang mengaku muslim namun menyakiti dirinya sendiri hingga berdarah-darah di bulan Muharram ini, maka ketahuilah bahwa mereka bukanlah bagian dari golongan pengikut Rasulullah shalallaahu 'alaihi wassalam.

“Bukan termasuk golonganku orang yang menampar-nampar pipinya, merobek-robek baju dan berteriak-teriak seperti teriakan orang-orang di masa Jahiliyah." (HR Bukhari: 1294)

Demikian, semoga menjadi pengingat untuk kita semua dalam menghadapi bulan Muharram ini.
Sumber: Muslim.or.id, konsultasisyariah

Rabu, Agustus 30, 2017

4 Kebiasaan Buruk Ini Membuat Jodohmu Menjauh



Disadari atau tidak... harus segera kamu buang deh 4 kebiasaan buruk ini! Kenapa? Karena bisa jadi kebiasaan-kebiasaan inilah yang membuat jodohmu malah menjauh. Apa sajakah kebiasaan buruk tersebut?

1. Menilai orang dari fisik semata

Selalu menilai orang lain dari penampilan fisiknya bisa menjauhkanmu dari jodoh. Melihat perempuan berhijab pendek, berprasangka buruk pemahaman agamanya kurang. Melihat perempuan berhijab panjang malah berprasangka buruk cuma pencitraan, melihat perempuan gak berhijab disangkanya perempuan nakal, nah lho... sebenarnya mau yang kayak gimana?

Untuk yang perempuan, pengennya dapat pasangan yang mukanya mulus kayak aktor Korea, tingginya sekian centimeter, rambut belah tengah, penampilan rapi, sepatu branded.

Hadeuh... kalau kamu masih kebiasaan menilai orang lain dari penampilan luarnya saja, bisa jadi kamu akan kesulitan menemukan jodoh sejati yang cocok untuk melengkapi dirimu.

Coba deh berhenti melihat orang lain hanya dari perform fisiknya semata. Barangkali yang saat ini belum berhijab, ternyata setelah menikah nanti bisa berubah jadi istri shalihah. Yang tidak berjenggot bisa berubah jadi suami shalih. Hidayah milik Allah semata.

2. Tidak benar-benar mengupayakan datangnya jodoh

Memang sih jodoh tidak untuk dicari, tapi seenggaknya upayakan melakukan hal-hal yang bisa mendekatkan diri kita ke arah menggenapkan separuh agama.

Dengan serius menjalankan proses taaruf misalnya. 

3. Mempertahankan karakter egois dan keras kepala

Ketika semua orang harus memahami kamu, semua orang musti tunduk pada keinginanmu, kamu tidak pernah bersedia negosiasi dengan orang lain, sangat mungkin jodohmu makin menjauh. Menjauh karena karaktermu yang egois dan keras.

"HAH, daripada ngenalin orang untuk taaruf sama dia, mendingan nggak deh... orangnya egois begitu!"

Coba deh belajar untuk melunak pada orang lain, bisa 'masuk' ke segala jenis karakter orang, maka kesempatanmu bertemu jodoh akan lebih besar.

4. Su'udzon pada Allah

"Allah jahat sama saya... Allah tidak menyiapkan jodoh untuk saya... Allah membuat kondisi buruk untuk diri saya, gak bakalan ada yang mau menikah dengan saya."

Prasangka buruk pada Allah membuat jodohmu yang tadinya ada menjadi tiada. Ya iyalah... Allah akan mengabulkan prasangka burukmu itu soalnya.

Makanya hati-hati dalam berprasangka. Hanya berprasangka baik dan positif pada Allah ya Sob... 

Sumber : http://annida-online.com

Rabu, Agustus 09, 2017

Tentang Dia Dan Aku

Jika aku miliki bahagia dia yang pertama kali kuingat, jika aku alami nikmat, dia yang pertama akan kubagi. Tak ada di dunia yang lebih tahu diriku dibanding dia

Dia diberi hak lebih dari orangtuaku, dan aku diberi hak lebih dari orangtuanya, tak ada rahasia antara berdua. Selalu aku jaga dirinya sebagaimana dia padaku

Tak terhitung rayu dan puji yang sudah kualamatkan padanya, tak pandang siang tak tahu malam, tak terpengaruh harta atau tahta, cinta selalu bisa aku berikan

Tapi

Jika ada orang yang paling banyak menerima amarahku, itu juga dia, mungkin aku tak pernah memarahi yang lain, tapi entah berapa kali dia menangis sebab murka diriku

Dia pula yang paling banyak menerima keluhanku, mengetahui aibku, malasku, dosaku, maksiatku, kelemahan diriku, sekaligus kebiasaan-kebiasaan buruk harianku

Pula sangat banyak bentakan, sindiran, nasihat yang menyakiti yang dia terima dariku, pengacuhan dan pengabaian dariku, pasti juga dia yang paling mengalaminya

Memang

Orang kira rumah tangga selalu bahagia, senantiasa berbunga, mereka tidak tahu bahwa pernikahan itu ibadah paling lama, yang tiap harinya adalah perjalanan

Tiap-tiap kelokannya memerlukan ilmu, tiap-tiap tanjakannya megharuskan petunjuk. Jika salah memilih, maka melenceng arah tujuan kita, menjauhi sakinah

Kita terus mengabaikan kesalahan-kesalahan kecil, hingga tiba-tiba tanpa kita sadari ia sudah menggunung, menghukum kita dengan hilangnya cinta dan asa

Seharusnya

Engkau tahu dia bukan hanya pendamping dirimu, tapi amanah yang harus engkau jaga. Dengan ilmu agama bukan hanya dengan harta dan kegagahan saja

Engkau tahu bahwa pernikahan itu ibadah paling lama, bila S1 saja engkau tempuh minimal 4 tahun, 144 SKS. Mengapa dalam ibadah terlama engkau trial and error

Engkau tahu bahwa bila engkau meminta sakinah bersamanya, maka sakinah itu hanya dari Allah bukan yang lain, bertanyalah mengapa belum mulai taati Allah?

Selasa, Agustus 08, 2017

Cara Allah Mencintai Hambanya

*Rasulullah SAW. bersabda :*
"Sesungguhnya Allah SWT jika mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata:
*"Wahai Jibril, Aku mencintai orang ini maka cintailah dia!"*

 Maka Jibril pun mencintainya, lalu Jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan berkata :
 "Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai pulalah dia oleh kalian semua, maka seluruh penduduk langit pun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi ini."
*(HR.BUKHARI)*

Tak perlu sibuk mencari cinta makhluk, karena yg membolak-balik hati adalah Alloh, Fokuslah mencari cinta Alloh, niscaya makhluk lain pun dibuat mencintainya

======Sumber : Aa Gym telegram Channel======

Selasa, Juli 04, 2017

Baca Dua Ayat Ini Setiap Malam, Insya Allah Rezeki Mengalir Deras



Di dalam Al Qur’an ada dua ayat yang jika dibaca setiap malam maka orang yang membacanya akan diberikan kecukupan. Rezekinya mengalir deras. Dua ayat saja? Ya, hanya dua ayat.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Sesiapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah pada malam hari, niscaya ia tercukupi” (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikh DR Mustofa Said Al Khin, Syaikh DR Mustofa Al Bugho, Syaikh Muhyidin Mistu, Syaikh Ali Asy Syirbaji dan Syaikh Muhammad Amin Luthfi dalam kitab Nuzhatul Muttaqin syarh Riyadhush Shalihin menerangkan bahwa salah satu makna tercukupi dalam hadits ini adalah tercukupi keperluan dunia dan akhiratnya serta terhindarkan dari semua keburukan.

Ibnu Katsir juga mencantumkan hadits tersebut ketika menjelaskan keutamaan dua ayat terakhir surat Al Baqarah ini dalam tafsirnya.

Dua ayat terakhir dalam surat Al Baqarah tersebut tidak lain adalah firman-Nya:
آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan seseorang pun di antara rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al Baqarah: 285-286)

Siap mengamalkan dua ayat tersebut? Amalkan secara rutin. Lalu perhatikan keajaiban yang akan terjadi.

Wallahu a’lam bish shawab. 

Sumber : Tarbiyah.net