Diposting oleh
Y0u_N13
pada
10/02/2009 08:00:00 AM
Permasalaan yang kita hadapi bisa membuat kita jatuh atau bertumbuh, tergantung dari bagaimana cara kita menanggapinya. Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Allah menggunakan masalah untuk kebaikan mereka. Mereka lebih memilih untuk bertindak bodoh dan membenci masalah-masalah mereka daripada menghadapi dan merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapat dari masalah-masalah tersebut.
1. Allah menggunakan masalah untuk MENGARAHKAN kita. Kadang-kadang Allah harus menyalakan api di bawah kita untuk membuat kita tetap bergerak. Sering kali masalah yang kita hadapi akan mengarahkan kita ke arah yang baru dan memberikan kita motivasi untuk berubah. Ada kalanya masalah menjadi cara yang Allah pakai untuk menarik perhatian kita.
2. Allah menggunakan masalah untuk MENGUJI kita. Manusia bagaikan teh celup... jika anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Allah kadang ingin menguji kesetiaan kita melalui masalah-masalah yang kita hadapi.
3. Allah menggunakan masalah untuk MENGOREKSI kita. Ada pelajaran-pelajaran yang hanya dapat kita pelajari melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu kita masih kecil orang tua kita mengajar kita untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas. Tetapi mungkin kita baru benar-benar belajar justru setelah tangan kita terbakar. Kadang-kadang kita baru bisa menghargai sesuatu... kesehatan, teman, hubungan..., saat kita sudah kehilangan.
4. Allah menggunakan masalah untuk MELINDUNGI kita. Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut menghindarkan kita dari bahaya. Tahun lalu ada seorang sahabat yang diberhentikan dari pekerjaannya karena ia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis bagi bossnya. Ia menjadi mengganggur, tetapi justru dari masalah itulah ia terhindar dari ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara, karena setahun kemudian tindakan boss itu terbongkar.
5. Allah menggunakan masalah untuk MENYEMPURNAKAN kita. Jika kita menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk kita. Allah lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. Hanya hubungan kita dengan Allah yang akan kita bawa sampai kekal. " ... Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan.
Apa yang ada di tangan kita? Dalam beberapa hal, hidup kita berada di tangan kita. Kita dapat memilih untuk menghamburkan setiap jam, hari, minggu, bulan, dan tahun demi kepentingan kita sendiri Kita akan heran saat menyaksikan betapa banyaknya hal yang Allah sempurnakan dalam diri kita dan melalui kita. Jadi sabar dan jalanilah setiap permasalahan yang kita hadapi. dan permasalahan yang timbul adalah suatu rahmat untuk kita. dan menjadi sebuah tantangan kita untuk hidup yang lebih baik.
Prakata
Terdapat sekurangnya 10 macam kiat pembuka pintu rezeki dan tidak salah kiranya jika kita mencoba meraihnya. Sedangkan dalil penunjukannya baik berupa ayat Al-Qur’an maupun dari hadist-hadist Nabawi.
Sengaja saya hanya mencantumkan dalil saja tanpa memberi penjelasan lebih jauh dan selanjutnya teman-teman sendiri yang harus sibuk mencarinya, jika ingin mengetahui lebih jauh, baik membaca, bertanya kepada ustadz terdekat, datang ke majelis taklim dan lain sebagainya. Apakah salah kita mencari rezeki dengan cara seperti yang ditunjukan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi? Tidak! Silahkan saja karena Al-Qur’an milik kita, dan pencarian rezeki ini ditunjukan oleh Allah dan Nabi Saw..
Kiat memperolehnya antara lain:
1. Istighfar dan Taubat
Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)
Hasan al-Bashri salah seorang pemuka di kalangan tabi’in selalu menganjurkan banyak istighfar kepada siapa saja yang datang kepadanya ketika mengadu tentang gagal panen, sulit rezeki, sulit mendapatkan keturunan, dan sawah ladang yang tidak produktif. (Tafsir Qurthubi)
2. Takwa
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)
“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…” (QS. Al-A’raf: 96)
3. Tawwakal
“Sungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenarnya, niscaya kalian diberi rezeki sebagaimana rezeki burung-burung. Mereka berangkat pagi hari dalam keadaan lapa,r dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibn Mubarak, Hakim, Musnad asy-Syihab. Sanadny disahihkan oleh Ahmad Syakir dan Al-Albani)
4. Taat dan Beribadah Sebaik-baiknya
“Sesungguhnya Allah berfirman, “ Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-KU, niscaya Aku penuhi di dalam dada dengan kekayaan dan semua kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan (tidak taat) Aku penuhi dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (tidak ada hasilnya semua usaha).” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim dari Abu Hurairah. Al-Albani mensahihkannya)
5. Melaksanakan Haji dan Umrah
Pertanyaan ini sering ditujukan pada saya baik para jamaah yang saya bimbing ketika haji atau umrah, “Apakah haji dan umrah ini akan mendatangkan rezeki?" Inilah dalilnya:
“Lanjutkan haji dan umrah karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa. Sebagaimana api dapat menghilangkan karat, emas dan perak. Dan tidak ada pahala haji mabrur kecuali surga.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Syeikh Ahmad Syakir mengatakan sanadnya sahih, Al-Albani mengatakan hasan sahih sedangkan Syeikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan hasan)
6. Silaturahmi
“Siapa saja yang suka agar rezekinya luas, dipanjangkan umurrnya, maka hendaklah ia menperbanyak silaturahmi.” (HR. Bukhari)
Maksud dari dipanjangkan umur dalam hadist ini adalah berkah umur menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Barri.
“Belajarlan tentang nasab (garis keturunan) sehingga kalian bisa menyambung silaturahmi. Karena sungguh silaturahmi itu adalah (salah satu cara) menimbulkan kasih saying antara keluarga, (sebab) luasnya rezeki dan bertambah usia (berkah umur).” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim. Syaikh Ahmad Syakir dan Al-Albani mensahihkannya)
7. Sedekah dan Infak
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba: 39)
“Allah Tabaraka wa Ta’ala mengatakan: Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku memberi rezeki kepada kamu.” (HR. Muslim)
8. Membiayai Pelajar Yang Sedang Menuntut Ilmu Islam
“ Dahulu ada dua orang bersuadara pada masa Rasulullah Saw. Salah seorangnya pernah datang kepada Nabi Saw (untuk belajar ilmu agama), sedangkan saudara yang lainya bekerja, Lalu saudara yang bekerja itu pernah mengadu (mengadukan bahwa saudaranya itu tidak mau membatnunya dalam kerjaannya) kepada Nabi, dan beliau bersabda,” Mudah-mudahan engkau diberi rezeki sebab itu.” (HR. Tirmidzi, dan Hakim. Syaikh Albani mensahihkannya)
9. Menolong dan Membantu Orang Miskin
Dalam sahih Bukhari dikisahkan bahwa Sa’ad merasa dirinya memiliki kelebihan dari pada yang lain. Kemudian Rasulllah Saw bersabda: “Bukankah kalian ditolong dan diberi rezeki lantaran orang-orang miskin?”
“Carilah keridhaanku melalui orang-orang miskin diantara kalian. Karena sungguh kalian diberi rezeki dan ditolong karena sebab orang miskin diantara kalian.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmizi, dan Hakim. Disahikan oleh Albani)
10. Hijrah Di Jalan Allah
Makna hijrah selain dari kata asalnya mencakup banyak arti. Diantaranya menurut Rasyid Ridha adalah menolong sesama Muslim agar tidak terjerat oleh hasutan agama lain agar masuk ke agama mereka. Dan tentunya bantuan ini sangat berharga bila berbentuk dana untuk pendidikan mereka, makanan, obat-obatan dan lainnya.
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang Luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 100)
Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu ALLAH dan dimuliakan oleh-Nya.
Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu, ibadahmu, amal-amalmu diterima dan doa-doamu di ijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah dibulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.
Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdo'a pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih;
Dia menjawab mereka ketika mereka menyeruNya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah!
Allah ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
Sahabat-sahabat lain bertanya: "Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian. " Rasulullah meneruskan: Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air. Wahai manusia!
Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.
Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.
Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.
Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.
Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin berkata: "Aku berdiri dan berkata: "Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?" Jawab Nabi: Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah".
**Marhaban** Yaa Ramadhan**......**
" Sesungguhnya Allah telah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan Dia memberi pengajaran kepadamu, agar kamu dapat mengambil pelajaran"(QS An Nahl 90).
“Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat , menjadi cerai berai kembali” (QS. An Nahl (16) : 92)
Ramadhan datang, Ramadhan pergi. Begitulah sunnatullah yang berlaku pada kehidupan alam semesta ini. Keadaan yang melingkupi diri seorangmu’min dari Ramashan ke Ramadhan berikutnya pun hampir pasti berbeda-beda.
Kesadaran Hakiki
Hampir merata setiap mu’min terpanggil dan tergugah kesadaran hakikinya sebagai hamba Allah SWT, begitu Ramadhan datang, gegap gempita kaum mu’minin seantero dunia dalam menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan adalah merupakan indikasi yang paling mudah dibaca. Masjid penuh sesak, tilawah Al Qur’an yang menggema membahana naik ke langit dari hampir setiap rumah tangga mu’min, bahkan dari kantor, stasiun dan pasar sekalipun. Busana muslimah yang rapi dan anggun mewarnai hampir setiap komunitas termasuk komunitas sinetron dan bisnis. Kesalehan sosialpun segera tampak, dari sejak memberi makan berbuka (ifthar ash-sha’imin) sampai berbagai bentuk kepedulian sosial yang lebih berkualitas. Jangan lagi dipertanyakan kajian-kajian keislaman yang beragam dan semakin intens saja. Dan mata pun begitu murah dan gampang berurai berlinang air mata. Bi Dumuw’i Al iman Nastaqbil Ramadhan (Dengan airmata iman kita sambut dan jalani Ramadhan) begitu judul buku yang ditulis oleh syaikh Sulaiman Abdul Karim Al-Mufrij.
Tntu, itu semua tidak menafikan adanya sebagian mu’minin yang merasa terpasung dan terpenjara oleh Ramadhan, yang melewati hari-hari Ramadhan dengan rasa kesal, sesak nafas, menggerutu dan berbagai sumpah serapah, Na’udzubillah min dzalik.
Peningkatan Siklikal
Ssudah Ramadhan berlalu, adakah telah terjadi peningkatan kualitas diri seorang mu’min secara signifikan?.
Ayat diatas (QS. 16:92) sesungguhnya memberikan peringatan dini terhadap setiap mu’min agar tidak bersikap dan berlaku naif, ibarat perempuan yang memintal, menenun benang helai demi helai, berhari-hari, berpekan bahkan berbulan-bulan hingga menjadi kain yang kuat dan indah. Bisa bermanfaat untuk berbagai jenis pakaian dan asesoris,etapi tiba-tiba menguraikannya kembali helai demi helai terburai tak menentu bahkan menjadi benang kusut tak bernilai lagi sama sekali. Segalanya hilang percuma.
Dalam konteks shaum (puasa), peningkatan seperti ini adalah peningkatan siklikal, amalan-amalan meningkat tinggi dan bahkan drastis tetapi usai Ramadhan turun drastis pula, maka setiap Ramadhan memulai dari nol, Nol Besar.
Inilah kondisi buruk seorang mu’min yang apa boleh dikata-diaminkan Rasulullah SAW sebagai orang yang rugi (ketika Jibril a.s. memnberitakan kondisi itu kepada Rasul).
Rugi bagi seseorang yang (dalam hidupnya) dilewati bulan Ramadhan, hingga Ramadhan kemudian berlalu, ia tidak diampunkan dosanya oleh Allah SWT (HR. Bukhari dan Baihaqi)
Dalam konteks dakwah dan amal jama’i kondisi ini dilukiskan seorang penyair : Kapan sebuah bangunan mencapai hari selesainya? Jika anda membangunnya, selain anda menghancurkannya.
Peningkatan Struktural
Maka, peningkatan kualitas yang mesti diupayakan oleh diri seorang mu’min dengan ibadah shaum dan ibadah-ibadah lain yang menyertainyaadalah peningkatan struktural (Al-irtifaa at-tashaa’udy), peningkatan secara berjenjang, ibarat struktur anak tangga. Jangan lagi mulai dari Nol, artinya setelah gegap gempita amaliah satu Ramadhan, menurun normal pada bulan Syawal, tetapi naik dari nol ke anak tangga satu, posisi anak tangga satu (dari bawah) dijaga sepanjang bulan-bulan berikutnya. Jika Ramadhan datang lagi mulai dari satu dan bukan dari nol lagi. Begitu seterusnya, meningkat secara terstruktur. Rindu lagi Ramadhan, meminjam ungkapan puitis Taufiq Ismail, menjadi lebih bermakna.
Memelihara Moment Ramadhan
Ramadhan adalah moment ketaatan dan kepatuhan hamba, moment taqarrub ilallah, moment kepedulian sosial dan moment pembelaan terhadap kesucian Al Islam dan masa depannya. Moment-moment imani (Mawaqif imaniyah0 ini haruslah dijaga seterusnya.
Allah Yang Maha Mengetahui dan Menghitun
g amal manusia di bulan Ramadhan, DIA jugalah yang berkuasa menghitung segala amal hamba-Nya dibulan-bulan lainnya. Tak terjadi pergeseran penguasa. Penguasa tunggal : ALLAH SWT. Secara deskriptif pemeliharaan moment-moment itu bisa dilakukan melalui antara lain :
1.Al Iltizam bi shalatil jama’ah fil masjid (komitmen dengan shalat jamaah 5 waktu di masjid)
2.Mudawamatu tilawatil Qur’an (Melestarikan baca dan tadabbur Al Qur’an)
3.Mudawamatu qiyami’l-lail (Melestarikan shalat malam atau tahajud)
4.Hifdzul lisan wal bashar wal faraj (Menjaga lisan, mata dan kehormatan)
5.Al Inayah bil mustadh-afin (Peduli terhadap yang lemah dan dilemahkan)
6.al Hirsh ’alal ’ulumin-mafi’ah (Rajin berusaha menuntut ilmu-ilmu yang bermanfaat)
7.Ad Da’wah ilallah wa ad-difa’ ’anil Islam (Dakwah ilallah dan membela al Islam)
8.Iftinabul Ma’ashi wal unkarat (Menjauhi berbagai kemaksiatan dan kemungkaran)
9.At-Tawarru’ ’anisy-syubuhat (Memelihara diri dari segala samar/bias)
10.Muzawalatu ruhit Tadhhiyah wal itsar (Terus melatih memupuk semangat berkorban dan mendahulukan kepentingan orang lain)
Konsistensi wajah dan wijhah menuju dien yang benar dan lurus, yang telah terbina baik sepanjang Ramadhan, sudah barang pasti haruslah dijaga.
”Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah): (tetapkanlah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar Rum : 30)
Ya Allah, berikanlah hamba kesempatan mereguk kenikmatan surgawi Ramadhan tahun depan, amin ya Rabbal ’alamin. Wallahu a’lam bi shawab.
Sumber : Muzayyin Abdul Wahhab (Intisari khutbah Idul Fitri 1426 H di kedubes Malaysia).
•Mereka tidak bergantung pada sekolah, pemerintah, televisi atau tontonan lain untuk mengajar anak mereka tentang nilai dan perbedaan antara baik dna buruk. Mereka kerjakan itu sendiri.
Mereka punya cita-cita bagi keluarganya dan masa depan
•Hal ini sering didiskusikan dan disampaikan kepada semua anggota keluarga. Dan mereka mencapai cita-cita tersebut dengan sebuah keyakinan dan nilai-nilai yang sering mereka sampaikan secara lisan. Semua kegiatan, tingkahlaku dan keputusan diambil berdasarkan keyakinan dan nilai-nilai tersebut. Jadi semua orang memiliki pandangan yang jelas tentang bagaimana semua kegiatan harus dikerjakan dan kenapa harus dikerjakan.
Tingkah laku mereka adalah contohbagi anak-anaknya
•Mereka jujur karena mereka percaya pada kejujuran, mereka terbuka karena mereka menghargai keterbukaan, mereka pemaaf karena mereka tahu Allah Maha Penerima taubat.
•Mereka membuat keputusan penting yang sulit saat dibutuhkan, dan mereka bertanggungjawab atas akibatnya. Mereka tidak hanya bicara nilai dan keyakinan, tapi mereka menunjukkannya lewat kata dan perbuatan.
Mereka mem’berdaya’kan anak-anaknya
•Mereka menyampaikan harapan yang tinggi (tapi masuk akal) atas tingkah laku dan penampilan. Mereka juga menyiapkan sumber-sumber bagikebutuhan spiritual, emosi, fisik, intelektual dan finansial yang mereka butuhkan. Karena mereka tahu ‘harga diri adalah perlu untuk anak-anaknya.
Mereka bicara bersama anak bukan kepada anak.
•Mereka mengembangkan kebiasaan menerima masukan sehingga anak akan mengerti akibat dari tingkahlaku mereka terhadap orang lain. Mereka menyaksikan sendiri bahwa anak-anak mengerti hubungan antara tingkahlaku dan konsekuensi. Dan mereka membedakan anak dan tingkah lakunya, sehingga saat terjadi masalah, cintanya tetap tidak bersyarat untuk membantu anak mencari solusi masalahnya.
Mereka bersusahpayah memahami perkembangan anak-anaknya.
•Saat anak menemukan ‘jalan’nya di muka bumi ini, maka orangtua sukses ini akan menggunakan kombinasi dari kematangan dan kemampuan untuk mengarahkan jika anak-anak perlu pengarahan, berdiskusi jika situasinya membingungkan, mendorong anak jika mereka perlu energi untuk mencoba sesuatu, dan akhirnya orantua sukses ini akan melepaskan mereka dengan ikhlas. Namun, pintu tetap terbuka lebar bagi anak-anak untuk kembali saat mereka membutuhkan.
Mereka berperan aktif pada pendidikan anak, formal maupun informal.
•Mereka adalah kontributor aktif di sekolah dan di komunitas mereka. Mereka memperkaya lingkungan rumahnya sesuai kemampuan mereka. Mereka menghadiri konser, pertandingan, perkemahan dan ke perayaan-perayaan lain bersama anak-anak.
Mereka ikhlas mengatakan bahwa anak mereka tidak sempurna.
•Walaupun anak mereka sangat menonjol di berbagai bidang tapi orangtua ini tidak bombastis.
•Mereka menerima dan bicara secara terbuka bahwa walaupun anak mereka baik, tapi tetap saja punya sifat anak-anak, yang suka berbuat salah, dan mengalami tahap perkembangan yang normal.
Mereka membicarakan masa depan dan siap memberikan saran dan bimbingan yang sesuai.
•Ketika waktunya datang, mereka akan membicarakan masa depan anak-anak
•Mereka juga siap memberi saran bagi karir dan pilihan-pilihan hidup yang lain yang harus diambil oleh anak-anak mereka.
Mereka mendorong anak-anak menjadi mandiri dan berpikir kritis.
•Melalui semua hal di atas mereka mendorong anak-anak menjadi mandiri dan dapat berpikir kritis. Sehinga pada akhirnya setiap anak akan menjadi dirinya sendiri.