Jumat, Februari 07, 2014

Jangan Berhenti Merawat Keimanan



Umumnya, jalan-jalan ketaatan yang Allah berikan akan mengantarkan kita pada hidayah dan keimanan yang lebih kuat. Sebaliknya, jalan-jalan keburukan dan kemaksiatan yang Allah larang, akan mengantarkan kita pada kelemahan iman dan kesesatan.

Akan tetapi, jangan pernah berhenti pada kondisi yang kita alami sekarang ini. Jika kita berada dalam hidayah, jangan sombong, seakan-akan keselamatan telah diboyong. Sedangkan jika kita berada dalam kubangan dosa, bertaubatlah segera. Jangan putus asa, seakan tidak ada pintu keselamatan yang terbuka.
Prinsipnya…. Jangan pernah berhenti merawat, menjaga, menyuburkan keimanan, baik dengan doa, ibadah dan berbagai ketaatan serta menjauh dari kemaksiatan.

Sebab, dalam beberapa kondisi, hidayah adalah misteri;
Nabi Musa yang diasuh Fir'aun menjadi tokoh beriman dan pejuang, namun Kan'an yang diasuh oleh Nabi Nuh alaihissalam, justru kufur dan membangkang….

Asiah isteri Fir'aun yang tinggal di istana bersamanya, tetap istiqamah dalam iman. Namun isteri Nabi Nuh dan Nabi Luth alaihimussalam justru memilih kesesatan.

Abu Thalib yang begitu dekat dengan Rasulullah saw, meninggal tanpa membawa iman, sementara Ushairam (salah seorang shahabat yang baru masuk Islam, tak lama kemudian syahid di medan juang) di kesempatan terakhir kehidupannya membawa syahid meraih impian.

Najasyi, raja Habasyah, negeri tujuan hijrah para shahabat pertama kali, dikabarkan akhirnya menerima Islam dan mati membawa keimanan. Sementara Ubaidillah bin Jahsy yang hijrah bersama isterinya Ummu Habibah ke Habasyah untuk menyelamatkan imannya dari kekejaman kafir Quraisy, justeru di sana murtad, dan akhirnya mati dalam kekufuran.

Di negeri-negeri Islam, tidak sedikit generasi muslim yang kepincut budaya western, sedikit demi sedikit mereka
menjauhi Islam sebagai pedomannya. Sementara di Eropa-Amerika yang menjadi sumber budaya tersebut, orang kafir berbondong-bondong mempelajari Islam untuk memeluknya.

Di kantor dakwah tempat saya bekerja (Riyadh), hampir setiap hari ada orang mengucapkan syahadat ingin mendapatkan nikmat Islam, tapi sekitar dua pekan lalu saya kedatangan suami yang membawa isterinya (warga Indonesia). Dia mengadu bahwa isterinya ingin keluar dari Islam...!

Allahumma yaa muqallibal quluub, tsabbit quluubanaa alaa diinik….
Allahumma tawaffana muslimiin wa alhiqnaa bisshaalihiin....

Yaa Allah yang membolakbalikkan hati, tetapkan hati kami dalam agama-Mu…
Ya Allah, matikan kami sebagai orang muslim dan kumpulkan kami bersama orang-orang saleh....

Oleh Abdullah Haidir (PKS Piyungan)

Senin, Januari 27, 2014

Jangan Melihat dari Sudut Pandang Sempit



Suatu hari seorang suami pulang kerja, dan mendapati tiga orang anaknya sedang berada di depan rumah. Semuanya bermain lumpur, dan masih memakai pakaian tidur. Berarti semenjak bangun tidur, mereka belum mandi dan belum berganti pakaian.

Sang suami melangkah menuju rumah lebih jauh.. Ternyata .. kotak-kotak bekas bungkus makanan tersebar di mana-mana. Kertas-kertas bungkus dan plastik bertebaran tidak karuan. Dan … pintu rumah bagian depan dalam keadaan terbuka.

Begitu ia melewati pintu dan memasuki rumah... MasyaAllah … kacau … berantakan … ada lampu yang pecah. Ada sajadah yang tertempel dengan permen karet di dinding. Televisi dalam keadaan on dan dengan volume maksimal. Boneka bertebaran di mana-mana. Pakaian acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan.

Dapur? Ooooh tempat cucian piring penuh dengan piring kotor. Sisa makanan pagi masih ada di atas meja makan. Pintu kulkas terbuka lebar.

Sang suami mencoba melihat lantai atas. Ia langkahi boneka-boneka yang berserakan itu. Ia injak-injak pula pakaian yang berserakan tersebut. Maksudnya adalah hendak mendapatkan istrinya, siapa tahu ada masalah serius dengannya.

Pertama sekali ia dikejutkan oleh air yang meluber dari kamar mandi. Semua handuk berada di atas lantai dan basah kuyup. Sabun telah berubah menjadi buih. Tisu kamar mandi sudah tidak karuan rupa, bentuk dan tempatnya. Cermin penuh dengan coretan-coretan odol..

dan....

Begitu ia melompat ke kamar tidur...

Ia dapati istrinya sedang tiduran sambil membaca komik!!!

?????#$%!###

Melihat kepanikan sang suami, sang istri memandang kepadanya dengan tersenyum.

Dengan penuh keheranan sang suami bertanya: “Apa yang terjadi hari ini wahai istriku?!!”

Sekali lagi sang istri tersenyum seraya berkata:

“Bukankah setiap kali pulang kerja engkau bertanya dengan penuh ketidakpuasan: 'Apa sih yang kamu kerjakan hari ini wahai istriku' bukankah begitu wahai suamiku tersayang?!”

"Betul," jawab sang suami.

“Baik,” kata sang istri, "hari ini, aku tidak melakukan apa yang biasanya aku lakukan”.


***

Pesan yang ingin disampaikan adalah:

1. Penting sekali semua orang memahami, betapa orang lain mati-matian dalam menyelesaikan pekerjaannya, dan betapa besar pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang lain itu agar kehidupan ini tetap berimbang, berimbang antara MENGAMBIL dan MEMBERI, TAKE and GIVE.

2. Dan … agar tidak ada yang mengira bahwa dialah satu-satunya orang yang habis-habisan dalam berkorban, menanggung derita, menghadapi kesulitan dan masalah serta menyelesaikannya.

3. Dan … jangan dikira bahwa orang-orang yang ada di sekelilingnya, yang tampaknya santai, diam, dan enak-enakan … jangan dikira bahwa mereka tidak mempunyai andil apa-apa.

4. Oleh karena itu, HARGAILAH JERIH PAYAH DAN KIPRAH ORANG LAIN dan JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT.


*by Musyafa AR (PKS Piyungan)

Selasa, Januari 07, 2014

Siapa Sejatinya Seorang Teman?



Tak punya teman …? Duh ga’ gaul banget yaa..sepi dan gak seru. Senang dan bangga rasanya kalau kita punya teman banyak , apalagi mereka asyik-asyik  bisa menghibur. Ketika kita SD  ada puluhan, SmP ratusan, Teman Sma.. seabreg lah ya dari yang satu ‘geng’  sampai yang sebatas kenal. Teman di dunia maya ? …Wah paling top ribuan!  Tiap bulan ada saja acara reunian , berkat’ hasil karya sosial media  yang berhasil ‘mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat’ itu.

Manakah diantara mereka teman sejati ??  Dunia tetap dunia, berlaku azas manfaat , ada gula  ..ada semut  . Zaman sekarang cari yang paling efisien dan ekonomis, teman itu untuk have fun together, ..bukan buat repot- repot.

Sesungguhnya ada teman yang ‘abadi ‘ , siapakah dia?

Diriwayatkan  bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam membuat perumpamaan bagi dunia dan anak Adam ketika meninggal, seperti seorang lelaki yang memiliki tiga teman dekat. Ketika Ajal hampir tiba, dia berkata kepada salah seorang di antara mereka,” Aku mempunyai teman yang mulia dan kuperhatikan kebutuhannya. Sementara ketetapan Allah sudah dekat dengan ku seperti yang engkau lihat. Maka apa pendapatmu”
Temannya berkata,” Ini merupakan ketetapan Allah yang lebih dahulu terjadi pada dirimu. Aku tidak dapat menghilangkan kesusahanmu . Tapi saat ini aku ada di dekatmu. Maka ambillah bekal yang bermanfaat sesukamu.”

Kemudian dia berkata kepada temannya yang kedua,” Engkau adalah teman dekatku yang paling istimewa dari tiga teman dekatku. Sementara ketetapan Allah hampir datang kepadaku seperti yang Engkau lihat.Maka apa pendapatmu?”

Temannya berkata,” Ini merupakan ketetapan Allah yang lebih dahulu datang kepadamu. Aku tidak dapat menghilangkan kesusahanmu. Tapi aku akan mengurus dirimu selama sakit. JIka engkau meninggal maka akulah yang memandikan dan mengkafanimu. Akan kututupi jasad dan auratmu.”
 Kemudian dia berkata kepada temannya yang ketiga, “ Ketetapan Allah akan datang kepadaku seperti yang engkau lihat. Sementara engkau adalah orang yang paling kuremehkan dari tiga teman dekatku. 

Maka apa pendapatmu?”

Temannya berkata,” Aku adalah sahabat karibmu di dunia dan di akhirat. Aku akan masuk bersamamu didalam kuburmu ketika engkau dimasukkan ke sana, dan aku akan keluar dari sana ketika engkau keluar, dan aku tidak ingin berpisah denganmu selama-lamanya.”
Lalu Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,” Temannya yang pertama adalah hartanya, yang kedua adalah keluarganya dan yang ketiga adalah amalnya.” (sirajul Muluk, Ath-Thurtusy- Khutbah-khutbah Rasulullah)  Allahuma sholli ala Muhammad...

Sumber : Eramuslim, Redaksi – Sabtu, 2 Rabiul Awwal 1435 H / 4 Januari 2014 08:36 WIB

Kamis, Juli 11, 2013

Bulan Ramadhan Lahir kembali



Nada-nada dari lagu yang ditiup angin senja, terus menggulirkan makna pada setiap kata, walau kadang tak dimengerti pada jamannya. Pemikir-pemikir cemerlang seringkali dikucilkan manusia di sekelilingnya, karena tak paham apa yang diucapkannya. Sehingga mereka seringkali dituduh aneh, nyeleneh, bahkan gila.

Sepanjang jalan kehidupan yang tak selamanya lurus, dihadapi dengan kebijaksanaan yang tulus, dan terus menerus bergema dengan kata-kata bagai dalam syurga Firdaus. Hanya segelintir orang yang memahaminya, hanya sedikit yang paham apa yang dikatakannya, karena setiap katanya tersembunyi hikmah yang tidak didapat, kecuali dengan membaca dan membacanya lagi.
Bagai rahasia di dalam rahasia, bagai boneka Matrioskan Rusia yang unik, di dalam boneka ada boneka lagi, dibuka lagi ada boneka dalam boneka tadi, dibukan lagi ada lagi boneka di dalamnya, begitu seterusnya, berlapis-lapis. Begitulah makna setiap kata yang diucapkannya, tak bisa langsung dimengerti pada masanya, pada jamannya, seakan kata-kata  yang diucapkan melesat ke masa depan, jauh meninggalkan jaman.

Dan pada setiap jaman ada puasa, sesuai dengan firmanNya dalam surat Al Baqoroh: 183” Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibakan atas-atas orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”  Perhatikan ayat tersebut, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang sebelum kamu, jadi puasa yang dilakukan pada bulan ramadhan  akan terus datang dan datang lagi, persis dengan kelahiran manusia manusia, yang terus menerus lahir, dan lahir kembali. Manusia yang lahir kembali dalam hitungan waktu, bagai bait-bait berikut ini:

Dalam keheningan malam yang sunyi
Salju-salju tipis turun kepersada bumi
Di tengah lelapnya tidur makhlukMu
Ada nada-nada bahagia menyambut kelahiran kembali.

Wahai waktu yang terus bergerak maju
Tak ada yang dapat menghentikanmu
Tak ada yang dapat menyetop gerak langkahmu
Tak ada yang dapat membuatmu mundur walau sedetik
Semua mengiringi gerak langkahmu.

Air yang terus mengalir dalam gerak tak henti
Angin yang terus berhembus membuai dedaunan
Kupu-kupu yang berterbangan di taman taman kehidupan
Menyambutmu kelahiranmu yang berulang.
Kala lumpur-lumpur diseberang jalan sana menghadang jalanmu
Tetaplah melangkah walau ilalang tajam menggores kakimu.
Ada mutiara di laut yang dalam
Ada hikmah pada setiap musibah.

Teruslah melangkah wahai deru napas kehidupan
Kelahiranmu yang terus berulang dalam nada rindu syurgawi
Menghantar kedalam pelukan kasihNya
Yang tiada henti-hentinya menebar aroma wangi ke persada bumi

Sujudlah
Bersukurlah
Sepanjang waktu.
Semoga setiap napas yang kau hembuskan
Dan setiap langkahmu kakimu
Dalam ridho dan ampunanNya!

Begitulah bunyi bait-bait tentang kelahiran manusia,  dan wahai manusia, dalam setiap saat engkau lahir kembali, saat tidur dan kau terbangun, itu kelahiranmu yang terbaru, kau yang sekarang ini, di saat ini, bukan engkau yang tadi dan baru saja  berlalu. Dalam setiap saat kau adalah manusia baru, kelahiran baru dan setiap saat kau “ berulang tahun”. Bahagia terus menyambut kelahiranmu, dalam hitungan yang tak terhingga banyaknya, dan bila kau sadari itu, tersungkurlah kau dalam sujud keabadianmu!

Dan ramadhan pun datang,  bagai lahir kembali, ramadhan yang lalu bukan ramadhan kini, ramadhan kini bukan ramadhan yang akan datang, ramadhan selalu lahir dan lahir kembali, sama dengan manusia yang selalu lahir dan lahir kembali, ramadhan bagai siklus sejarah, yang terus menerus berputar, ramadhan dulu, ramadhan kini dan ramadhan yang akan datang, namanya sama, tapi peristiwanya beda. Pertanyaannya sekarang, sudah siapkah kau menyambut kehadiran bulan yang suci itu? Bulan yang lahir kembali sepanjang tahun, selama bumi masih beputar dan kiamat belum tiba.

Selamat datang bulan ramadhan
Selamat datang bulan suci
Selamat datang bulan yang melahirkan manusia kembali kepada fitrahnya sendiri
Selamat datang bulan yang dinanti jiwa-jiwa suci
Selamat datang bulan yang membentuk kerendahan hati manusia
Selamat datang bulan yang menyehatkan manusia.

Begitulah orang-orang beriman menyambut kelahiran bulan ramadhan dan akan terjadi sebaliknya bagi orang-orang yang tak beriman. Dan memang puasa diwajibkan bagi orang yang beriman, yang tidak beriman, ya tidak terkena kewajiban tersebut. Makanya sangat berbeda sekali berpuasa di Rusia yang Islamnya minoritas,  dengan puasa di Indonesia yang Islamnya mayoritas di Dunia.

Oleh: Syaripudin Zuhri
Sumber : Eramuslim.com