Selasa, Juni 14, 2011

Malam

Di pinggiran sebuah hutan, satu keluarga kelinci mulai beranjak tidur. Malam membatasi gerak anak-anak mereka hanya di sekitar lubang yang menjadi rumah mereka. Walau tak berpintu, anak-anak kelinci seperti melihat dinding tebal antara rumah dan dunia luar.

Seekor anak kelinci bertingkah lain dari yang lain. Sesekali, ia menjulurkan kepalanya keluar lubang. Ia menoleh ke kiri dan kanan mencari sesuatu yang dianggapnya baru. Tapi, tindakan itu dicegah keras induknya. “Jangan coba-coba lakukan itu lagi, Nak!” teriak sang induk marah.

“Kenapa, Bu?” tanya anak kelinci heran. “Kenapa tak satu kelinci pun yang berani keluar lubang di saat malam?”

Induk kelinci menatap anaknya tajam. “Anakku,” ucapnya kemudian. “Malam sangat berbahaya untuk hewan seperti kita.

Ketika malam datang, lubang menjadi tempat yang paling aman buat kita,” jelas sang induk kemudian.

“Bukankah tanah di sekitar sini hanya dihuni para kelinci, Bu?” sergah si anak menawarkan sudut pandang lain.

Induknya tersenyum. “Anakku, justru karena malamlah, kita tidak bisa membedakan mana teman dan mana pemangsa. Sabarlah untuk bergerak sekadarnya, hingga siang benar-benar datang!” ucap sang induk kelinci begitu meyakinkan.


**

Malam dan siang memang bukan sekadar pergerakan sisi bumi yang menjauh dan menghadap ke arah matahari. Ada makna lain dari yang namanya malam. Sesuatu yang menggambarkan suasana gelap, tertutup, curiga, dan ketakutan.

Dalam diri manusia pun punya dua suasana itu: malam dan siang. Malam menunjukkan suasana hati yang picik dan dangkal, dan siang menggambarkan kelapangan dada. Pada hati yang terselimuti malam, orang menjadi mudah curiga, senang dengan yang serba tertutup, sulit memaafkan, bahkan berkecenderungan menjadi pemangsa.

Orang bijak mengatakan, siang adalah di mana kita mampu membedakan antara pohon nangka dengan pohon cempedak. Selama kita tidak bisa menangkap kearifan diri kita pada wajah orang yang kita temui, jam berapa pun itu, hal itu menandakan kalau hari masih malam.

Sumber : Kiriman email seorang teman

Kamis, Mei 12, 2011

SEBUAH RENUNGAN TENTANG SHALAT

Islam menuntun penganutnya kepada hidup di dunia bahagia dan di akhirat masuk surga dengan berpedoman kepada Al qur’an dan hadits.

Bahagia adalah : Suatu perasaan yang tidak didasari oleh materi yang mengakibatkan tidak ada lagi rasa : was-was, takut, gelisah, stress ; karena hidup dan mati ini hanya karena Allah semata

Surga adalah : Segala sesuatu yang paling menyenangkan di dunia ini, tidak ada seujung kukunya kesenangan di surga.

Sedangkan neraka adalah : segala sesuatu yang paling menyakitkan di dunia ini, tidak ada seujung kukunya kesakitan di neraka

Jadi apalah artinya kesenangan di dunia ini kalau nantinya mengakibatkan diri digiring ke neraka.

Hidup di dunia ini adalah kompetisi untuk menentukan tempat kita kelak di akhirat yaitu surga atau neraka. Ini sangat tergantung kepada persiapan apa yang dilakukan untuk mencapai tempat mana yang kita inginkan nanti di akhirat.

Salah satu ibadah namun utama adalah shalat, dimana begitu istimewanya shalat, sampai-sampai Jibril pun tidak dipercaya oleh Allah untuk menyampaikan perintah shalat kepada Rasulullah.

Allah menyuruh langsung Rasulullah untuk datang menghadap dalam bentuk Mi’raj agar langsung didengar perintah shalat tersebut oleh Rasulullah.

Rasulullah saat sakratul mautnya, berpesan untuk umatnya : Peliharalah Shalat, peliharalah shalat, peliharalah shalat.

Sabda Rasulullah saw, : di akhirat nanti ada orang yang membawa shalatnya di hadapan Allah swt, kemudian shalatnya diterima dan dilipat-lipat seperti dilipat-lipatnya kain usang dan kotor lalu shalatnya itu dibantingkan ke wajahnya.

Sabda Rasulullah saw, : Bagi orang yang berangan-angan dalam shalatnya, maka ia tidak akan memperoleh apapun selain dari angan-angannya itu.

Sabda Rasulullah saw, : Sesungguhnya perumpamaan shalat itu seperti orang yang mandi. Bila seseorang mandi 5 kali sehari, tetapi badannya belum juga bersih, boleh jadi karena air yang digunakan untuk mandi tersebut memang kotor, atau di waktu mandi ia tidak menggunakan sabun. Jadi jika ada orang yang mengerjakan shalat 5 kali sehari, tetapi perilakunya masih saja buruk, berarti orang tersebut belum memahami benar akan artinya shalat.

Pada hakekatnya shalat adalah aktifitas yang mempunyai arti sebagai berikut :

1. Menyanjung dan memuji Allah : Allahu Akbar, Maha suci Allah dan Maha Agung , Maha Tinggi Allah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang

2. Membuat janji/komitmen dengan Allah : Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya karena Allah semata dan tidak akan menserikatkan Allah.

3. Memohon kepada Allah : Meminta : jalan yang lurus, ampunan, disayangi, cukupi kekurangan, tinggikan derajad, rezeki, petunjuk, kesehatan

4. Mendoa’kan Rasulullah : shalawat


Fakta yang ada dalam lingkungan kita adalah :

1. Bagaimana agar sembahyang kita bisa khusuk, sehingga keluarlah berbagai macam aturan yang didominasi oleh kata-kata jangan dan harus, misalnya : jangan bawa pikiran yang lain dalam shalat, wajah harus tetap ke sajadah dan lainnya.

2. Shalat dilakukan hanya sebagai suatu pemenuhan kewajiban sehingga sering dilakukan buru-buru, tetapi saat berdo’a cukup lama.

3. Sementara mulut mengucapkan bacaan shalat, namun hati melanglang buana entah kemana, tahu-tahu shalat sudah selesai. Ini tidak beda dengan orang mabok, tidak mengerti apa yang sedang diucapkannya. Inilah yang dikatakan dalam QS:Al ma’un 107 :004-005 : Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (yakni) orang-orang yang lalai dari shalatnya.

1. Sebaliknya, QS Al Mu’minun 23:001-002 Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya,

2. Coba kita ingat-ingat : bila dipanggil atasan, betapa kita datang dengan rapi dan bertutur kata lembut, dan mengerti persis apa yang akan diucapkan, jarang terpikir hal-hal lain, apalagi bila itu menyangkut kelangsungan jabatan.

3. Berjanji dalam shalat tidak akan menserikatkan Allah, tetapi kenyataannya dalam shalat secara tidak sadar telah melakukan serikat bagi Allah. (Syirik)

4. Syirik bukan saja menyembah berhala, tetapi juga bila kalbu ini didominasi oleh hal-hal selain Allah. (Syirik adalah dosa yang tidak berampun).

Penduduk Indonesia yang dominan beragama Islam dan melaksanakan shalat, namun shalatnya tidak dapat mencegah yang keji dan mungkar sesuai dengan tujuan shalat itu sendiri QS Al ‘Ankabuut 29:045: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ini bisa kita lihat dari betapa banyak maksiat yang masih terjadi berupa : perkosaan, perzinahan, pembunuhan, korupsi, penipuan, perampokan, penyogokan dlsb

Bila ditanamkan keyakinan ilahiyah ke dalam kalbu, sehingga akan membuahkan sikap yang qur’ani, karena keyakinan akan menentukan sikap.

Mari bertafakur sejenak untuk memperkuat keyakinan ilahiyah, sebab sabda Rasulullah :

Bertafakur sejenak, lebih baik daripada ibadah satu tahun. :

1. Bila datang kepada kita malaikat jibril yang menyampaikan bahwa umur kita tinggal 2 jam lagi, apa yang akan diperbuat ? tentulah sikap yang timbul adalah : dengan rasa takut, rendah diri dan penuh harap tanpa lagi menghiraukan harta, istri dan anak : mendirikan shalat tobat dan memohon ampunan-Nya. Bahkan selama 2 jam tersebut akan digunakan untuk memperbanyak ibadah-ibadah lainnya.

Maka anggaplah bahwa shalat ini adalah shalat yang terakhir, seolah-olah habis shalat ini akan meninggal. QS An Naml 27:003 : (yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.

2. Tidak dihitung amalan yang lain apabila shalat tidak diterima.

3. Kita akan berkomunikasi langsung dengan Allah yang Maha Melihat, Maha Mendengar.

4. QS Asy Syu’araa’ 26:218 : Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang),

5. Syirik adalah dosa yang tidak berampun. QS An Nisa’ 04:48 : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

6. QS An Nisa’ 04:116 : Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

5. Shalat adalah peluang besar untuk meraih surga QS Al Baqarah 02:277 : Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

6. Percuma hidup di dunia bila nanti di akhirat akan masuk neraka.

7. Setan akan menggoda dari segala sisi dan segala cara.

Setelah keyakinan ini tertanam kokoh dalam kalbu, maka secara otomatis sikap kita adalah :

1. Berpakaian yang terbaik untuk ketemu dengan Allah (shalat)

2. Mengikhlaskan waktu untuk ketemu dengan Allah (shalat)

3. Setiap akan memulai suatu pekerjaan, selalu memohon kepada Allah agar terlindung dari godaan setan

4. Mengucapkan bacaan shalat dengan tenang dan sabar, tidak tergesa-gesa

5. Berusaha untuk mengerti apa yang diucapkan dalam shalat sehingga mulut berucap, kalbu tidak dibiarkan terdominasi oleh selain Allah yaitu dengan memberikan tugas : mengartikan apa yang sedang diucapkan. Wajar apabila masih saja ada gangguan bagi kalbu yang melanglang buana, tetapi dengan cepat kembali kepada Allah.

6. Janji kepada Allah dalam shalat, yakni : sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah karena Allah semata, dijadikan sebagai alat kontrol dalam setiap akan memulai tindakan. Sehingga bila tindakan yang akan dilakukan tersebut bukan karena Allah semata, maka tidak perlu dilakukan. Misalnya : Bila ada niat dalam hati hendak melakukan zina atau korupsi, segera tanya kalbu ini, apakah ini kita hadirkan atau lakukan karena Allah ? Bila tidak, tentu segera meninggalkan niat berbuat tersebut.

Bila shalat yang dilakukan berdasarkan keyakinan tersebut di atas, maka akan terasa bahwa betapa shalat itu nikmat, sehingga sehabis shalat akan terasa tentram dalam kalbu.

Keyakinan ilahiyah ini jualah yang antara lain akan membuahkan shalat yang mana selaras antara mulut yang mengucapkan dengan kalbu yang menghayati maknanya dan otak mengingat kebesaran-Nya. (Khusyu’).

Shalat seperti inilah yang dapat mencegah Keji dan Mungkar .

Insya Allah.

Rabu, April 27, 2011

Imam Al-Ghazali

Suatu hari, Imam Al Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (teka-teki):

Imam Al-Ghazali: “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid 1 : “Orang tua”
Murid 2 : “Guru”
Murid 3 : “Teman”
Murid 4 : “Kaum kerabat”
Imam A-Ghazali: “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali
Imron:185).

Imam Al-Ghazali: “Apakah yang paling jauh dari kita di dunia ini?”
Murid 1 : “Negeri Cina”
Murid 2 : “Bulan”
Murid 3 : “Matahari”
Murid 4 : “Bintang-bintang”
mam A-Ghazali: “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali e masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan dating dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama”.

Imam Al-Ghazali: “Apakah yang paling besar di dunia ini?”
Murid 1 : “Gunung”
Murid 2 : “Matahari”
Murid 3 : “Bumi”
Imam A-Ghazali: “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai hawa nafsu kita membawa ke neraka.

Imam Al-Ghazali: “Apakah yang paling berat di dunia?”
Murid 1 : “Baja”
Murid 2 : “Besi”
Murid 3 : “Gajah”
Imam A-Ghazali: “Semua jawaban itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH Surah Al-Azab: 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk neraka karena gagal memegang amanah”.

Imam Al-Ghazali: “Apakah yang paling ringan di dunia ini?”
Murid 1 : “Kapas”
Murid 2 : “Angin”
Murid 3 : “Debu”
Murid 4 : “Daun-daun”
Imam A-Ghazali: “Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat”.

Imam Al-Ghazali: “Apakah yang paling tajam sekali di dunia ini?”
Murid-murid dengan serentak menjawab: “Pedang”
Imam A-Ghazali: “Itu benar, tapi yang paling tajam sekali di dunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri”.


“SAMPAIKANLAH WALAU SATU AYAT...”

Kamis, April 14, 2011

Komidi Putar


“Pak, nanti berhenti di tempak es krim yaa..” bujukku tiap sore hari, sambil memeluk badan bapak erat dari belakang dimana bapak selalu memenuhi permintaanku untuk jalan-jalan sore sehabis beliau pulang berdagang dengan motor kesayangannya GL Pro, waktu itu tak pernah ku fikirkan kalau beliau pastilah sangat letih karena dari sebelum subuh sudah berangkat untuk menjemput rejeki.

“iya, nanti berhentinya di dekat pasar malam yang ada komidi putarnya” jawab bapak dan aku mengangguk walau tak mungkin terlihat bapak, yang penting bagiku es krimnya, es krim rasa kacang hijau dan coklat. Hanya 2 yang boleh aku beli tidak boleh lebih, kalau aku mau rasa duren aku harus merelakan salah satu rasa es krim.

Waktu itu hari sabtu, sambil menikmati es krim yang ku pilih ku lihat pasar malam itu sudah mulai ramai dan sebagian orang mengantri tiket agar anaknya dapat memainkan beberapa permainan disana, bapak menggandeng tanganku untuk ikut dalam antrian komidi putar, “ Akhirnya tinggal 2 keluarga di depan kita” kata bapak. Aku menoleh pada antrian di depanku dan masih saja perhatianku pada komidi putar yang didalamnya ada kuda, kapal, mobil, perahu dan beberapa gambar binatang dimana nanti akan aku menaiki salah satunya.

“Apa mereka itu satu keluarga? ” tanyaku

“Bapak rasa begitu, nduk”

“Wow! Keluarga besar dengan 8 orang anak”

“Tidak mudah membawa begitu banyak anak ke dalam pasar mala mini bersama-sama” kami memandang bersamaan pada antrian depan kami, ramai sekali celoteh anak-anak mereka. “Aku tak sabar mau naik yg kuda itu”, “aku mau yang harimau itu kak”, “aku yang mobil” celoteh mereka bersahut-sahutan.

“ Apa kalian senang anak-anak? berterimakasih lah pada ibu kalian karena ini idenya” ujar bapak anak-anak tersebut kepada anak-anaknya.

“ Bapak kalianlah yang patut di beri ucapan terimakasih, karena harus bekerja extra mencari uang untuk kalian dan kita bisa pergi bersama ke pasar malam ini.” Jawab sang ibu

“ Terima kasih Bapak dan Ibu, hari ini benar-benar menyenangkan” kata mereka bersemangat.

“ Kau memang bapak yang baik” bisik ibu tersebut, “ sayang, kau istri yang cantik dan ibu yang baik” pujinya.

Masih dengan suasana yang riuh gembira di depanku, gembira sekali mereka seolah-olah baru pertama kalinya mereka menginginkan permainan ini, Bapak ku ada di belakang antrian orang tua mereka “aku akan menceritakan ini waktu nanti aku pulang kerumah pada teman-temanku” begitu yang ku dengar dari salah satu anak laki-laki yang badannya sedikit lebih besar kepada adiknya.

“ Semuanya Rp. 4000 pak” penjaga tiket menyebutkan nilai yang harus dibayar.

“ Berapa semuanya?!” jawab sang bapak terkejut.

“ Harga tiket per anak Rp. 500 pak” penjaga tiket menjelaskan

“ Saya kira Rp. 3000 cukup untuk membeli tiket dan es krim untuk mereka pak?” bisik sang ibu kepada suaminya dengan nada sedih. “Bagaimana mengatakan kepada mereka kalau uang kita tidak cukup” ibu anak-anak itu menatap suaminya yang masih terdiam memandang anak-anaknya.

“Permisi, Pak! Sepertinya uang Bapak terjatuh.” Bapakku mengambil uang yang ada ditanah dan mengedipakan mata kepada bapak anak-anak itu sambil mengepalkan tangan ke bapak itu.

“ Terima kasih, terima kasih banyak, Pak! Uang ini benar-benar sangat berarti bagi saya dan keluarga saya.” Ujar Bapak tersebut dengan senyum yang sumringah senang.

“Ayo anak-anak, kita masuk dan pilih yang kalian mau” ajak Bapak pada anak-anaknya seraya tersenyum pada Bapakku, kami pun pergi ke parkiran motor untuk kembali pulang.

Kami sendiri tidak lebih kaya dari mereka waktu itu, dan “ Maaf ya nduk, Bapak janji akan mengajakmu lain kali, Bapak

harap kamu mau menunggu.”

“ Iya Pak, aku memang tidak jadi naek komidi putar, tapi hari ini aku melihat Bapak yang hebat!.”

**********

Pria itu tahu masalah yang di hadapinya. Dia tak ingin minta bantuan, tetapi yang pasti dia sangat menghargai bantuan tersebut dalam situasi saat itu. Dia menatap mata Bapakku, menyambut tangan Bapak dengan kedua tangannya dan menggenggam erat lembaran uang tersebut dengan bibir bergetar dan air mata membasahi pipinya, dia menjawab,

“ Terima kasih, terima kasih banyak, Pak! Uang ini benar-benar sangat berarti bagi saya dan keluarga saya.”

Teruntuk para Bapak di seantero jagad ini! Special untuk Bapak yang sedang melewati masa di hari tua, I L O V E YOU (putrie)

Sumber : Catatan seorang kawan .. Tri setyawati